Please do something stupid
So I will hate you
And stop thinking about you

Please do something stupid
So I will hate you
And stop thinking about you
“Nanti malam aku berkunjung ya…”
“Mbok ya kalo berkunjung, kirim-kirim hadiah gitu lho…”
“Kemarin udah aku kirimin kursi ya…”
“Aduh, pengen beli AC nih, kasian nanti si Bee kepanasan…”
Begitulah percakapan aku dan teman-temanku sesama pecinta Pet Society - aplikasi game yang ada di situs pertemanan Facebook.
Mungkin ada yang belum tau atau belum pernah dengar tentang Pet Society. Singkatnya, di Pet Society itu kita punya pet yang harus kita rawat : dikasih makan, diajak main, jalan-jalan dan dimandiin. Pet kita itu juga punya rumah lho, awalnya cuma satu ruangan, tapi seiring dengan meningkatnya level kita, maka jumlah ruangan di rumahnya pun akan bertambah. Pet ini juga ‘disuruh’ bertanding, supaya dapat hadiah berupa coin yang bisa dipakai untuk membeli makanan, baju, furnitur dan pernak pernik sampai untuk memvermak wajah dan warna si Pet. Keinginan untuk mempercantik penampilan si Pet dan rumahnya inilah yang membuat aku dan teman-teman ketagihan.
Kalo berhasil membeli suatu barang yang diidam-idamkan rasanya puas dan seneeeenngg banget.
Bedanya dengan Tomogochi yang dulu pernah booming itu adalah si Pet gak bakalan mati, walaupun gak dikunjungi dalam waktu yang lama. Paling si Pet kelaparan (karena gak dikasih makan), murung (karena gak diajak main atau jalan-jalan) dan dilalerin (ya, dikerumunin lalat karena gak mandi!).
Suka iri deh kalo melihat rumah teman yang barang-barangnya bagus-bagus… Pernah terlintas juga untuk cheat (udah sempet googling nyari cheat-nya)… tapi sadar, kalo cheat akan menghilangkan esensi dari permainannya, yaitu berteman dengan banyak orang, bersosialisasi, taking care of others dan menikmati hasil usaha kita ![]()
So guys, let me introduce you to my pet, Yu Yu


Film produksi tahun 2004 ini bercerita tentang seorang machinist bernama Revor Reznik yang mengidap imsomnia kronis sehingga tubuhnya menjadi sangat kurus hampir menyerupai tengkorak.
Revor hidup seorang diri dan tidak berteman dekat dengan rekan kerjanya. Satu-satunya temannya yaitu seorang wanita penghibur bernama Stevie. Inipun karena Revor sering menggunakan ‘jasa’ Stevie.
Karena tidak bisa tidur, setiap malam Revor mengunjungi sebuah café di airport. Kebiasaannya ini, membawanya berkenalan dengan pelayan café yang bernama Maria.
Pada suatu hari Revor terlibat kecelakaan kerja yang menyebabkan rekan kerjanya luka berat. Setelah kejadian itu, rentetan peristiwa aneh dialaminya, termasuk munculnya “Post-it notes” yang misterius yang tertempel di pintu kulkasnya. Trevor terobsesi untuk mencari tahu penyebab di balik kejadian yang menimpanya dan kemudian sampai pada kesimpulan bahwa semua kejadian aneh tersebut terkait dengan Ivan-seorang pekerja di tempat yang sama di mana dia bekerja, yang dikenalnya pada suatu siang ketika sedang beristirahat.
Trevor kemudian berusaha mencari informasi mengenai Ivan, sampai rela membiarkan dirinya ditabrak mobil, demi mendapatkan informasi dari kantor polisi.
Pada akhirnya Trevor berhasil bertemu dengan Ivan dan mengetahui siapakah si Ivan sesungguhnya.
Yang menarik dari film ini adalah Christian Bale yang menurutku sukses berperan sebagai Revor Reznik. Untuk film ini kabarnya dia harus menurunkan berat badannya sebanyak 28 kg hingga mencapai 120 pounds atau sekitar 54 kg dalam waktu 4 bulan.

Lihatlah, betapa kurusnya Christian Bale di film ini...
Bagi penggemar film bergenre psychological horror, film ini layak ditonton.
Duhai Sang Pemilik Cinta
Jika aku jatuh cinta
Jangan biarkan aku berpaling dari-Mu
Jangan biarkan cintaku padanya mengalahkan cintaku pada-Mu
Duhai Sang Pemilik Cinta
Jika aku jatuh cinta
Biarkanlah pada seseorang yang mencintai-Mu
Yang akan mengajariku untuk lebih mencintai-Mu
Yang membuatku lebih mencintai-Mu
Ada ajakan untuk jalan-jalan ke Bandung! Agenda utamanya sih spa (jauh amat yak ke Bandung, padahal di Jakarta juga banyak
…) trus yang pasti wisata kuliner dan belanja di FO tentu…
Rencana ini sih tercetusnya udah lama, tapi baru bener-bener dimatangin hari terakhir sebelum libur natal. Sempet pesimis juga bakal kejadian nih acara jalan-jalan… tapi last minute, pada semangat semua untuk merealisasikan acara jalan2 ini, mulai dari memperoleh exit permit dari para suami, cari-cari info & browsing di internet tempat-tempat yang mau dikunjungi, sampai booking penyewaan mobil dan tempat spa.
Tempat spa yang kita pilih namanya Vintage Home Spa yang terletak di jalan Raden Patah no. 6, Dago. Kita nyampe sana kecepetan, jam 9.15. Mbak-mbaknya masih bersih-bersih. Sambil menunggu, kita sarapan di café yang letaknya persis di sebelah spa itu. Menu yang kita pilih pisang goreng (namanya lupa..). Satu porsinya ada 3 potong pisang dengan isi 3 macam : keju, strawberry dan coklat, trus di atasnya ditaburin brown sugar. Menurut aku sih yang paling enak yang isi strawberry, karena ada rasa asemnya, jadi agak mengimbangi manisnya brown sugar… Kalo gak suka terlalu manis mending minta brown sugarnya dikit aja.
Selesai sarapan, ternyata mbak-mbaknya juga udah selesai bersih-bersih. Di mulailah acara per-spa-an kita. Sebelumnya kita disuguhin minuman teh yang dicampur dengan jahe, rasanya enak.. manis dan anget… Oya, paket yang kita pilih Ratu Royal, treatmentnya massage seluruh badan -dari ujungkaki sampai kepala, trus dilulur dan berendam. Total waktu treatmentnya sekitar 150 menit. Yang menarik lulurnya, boleh milih : ada green tea (anti oksidan), coconut (whitening), kopi (khasiatnya lupa!) dan coklat (menghaluskan). Sebagai penggemar coklat, tentunya aku langsung memilih lulur coklat! Hmm.. waktu dilulurin, aroma coklatnya menggugah selera banget. Untung masih sadar gak sampe nyicipin lulur coklatnya

Menikmati ginger tea sebelum treatment... hmmm...
Oya tips buat yang mau spa : sebaiknya konfirmasi dulu, therapist-nya mau yang perempuan atau laki-laki. Kemarin kita lupa konfirmasi, kirain therapistnya perempuan semua, eh ternyata ada laki-laki. Dan karena kita berempat (perempuan semua) dan therapist perempuan yang avalaible cuma 3 orang, jadi akhirnya mau gak mau terpaksa gantian.
Karena kelamaan di tempat spa, rencana makan siang di Warung Lela jadi batal. Akhirnya aku & Nana (yang selesai duluan) makan di café sebelah (nama café-nya lupa). Tapi makanannya lumayan kok rasanya. Harganya juga reasonable.
Setelah Mega & Reni selesai di-spa, kita langsung melanjutnya perburuan ke… . factory outlet! Cascade, Heritage, Jetset, Blossom, Victoria, dan sekitar 7 FO di sekitarnya yang gue lupa namanya. Aku dapet keset kaki lucu di Victoria. Walaupun awalnya sempat ragu untuk beli waktu baca intruksi menyucinya: handwash, dry clean… (adow, plis deh… kok treatment-nya nyamain gaun pesta gue ya?)
Oya habis beli oleh-oleh di Prima Rasa, kita sempat ngemil di Roemah Macaroni Salsa. Macaroni Salsanya enak. Dagingnya berasa banget. Sayang kita ke sananya lagi gak laper-laper amat (Mega & Reni baru selesai makan siang), jadi gak nyobain makanan yang lain. (Nyobain macaroni schotel sih, tapi yang ini rasanya biasa aja..)

Ngemil di Roemah Macaroni Salsa
Akhirnya ‘petualangan’ kita di Bandung sepakat kita akhiri jam 7 malam. Udah pada capek juga keliling-keliling (sampai rasanya pengen spa lagi..)… (mungkin) uang juga udah menipis (hiks) … dan sudah ditelponin sama suami dan anak.
As usual, at the end of the year, I started flash back to what had happened to me through this year. Looked back to achievements of my resolutions that I made a year before. Some were going well and some were not. But most of all, I was a little bit surprised that I survived on the things that I thought I couldn’t through… and I really thank Him for His blessings on me.
After checking out my last resolutions that I think are too general, I decided to make my new resolution for the coming year more specific and quantitative, and planned to review them monthly or quarterly rather than at the end of the year. I think it would keeping me on track…(at least, if I found myself off track, I soon kicked myself to be on track again..
)
So, here I am, trying to figure out my new resolutions…